Petani Cabai Pemula
yang Kalahkan Petani Senior
Mas Jefry baru pertama kali mencoba bertani cabai di lahan sewa seluas 1/4 bouw di wilayah Wringinrejo Banyuwangi. Tanpa pengalaman bertani sedikit pun, ia memberanikan diri untuk mulai peruntungan di pertanian. Mengetahui eksistensi brand ATASI, Mas Jefry meminta bantuan kepada Tim ATASI untuk membantunya memberikan pendampingan selama satu musim tanam.
"Basic-ku adalah pengusaha Garmen, jadi nggak tau apa-apa soal pertanian. Makanya, aku minta bantuan Tim ATASI buat bantu mendampingi sampai selesai tanam."
— Mas Jefry, Petani Cabai Pemula, BanyuwangiTim ATASI memberikan pendampingan terkait pupuk, pestisida, dan nutrisi yang dipakai, termasuk dosis penggunaan, waktu semprot, dan intervalnya. Dibarengi penggunaan Fulka sebagai stimulator anti-stres tanaman dan panduan teknis dari Tim ATASI, tanaman cabai Mas Jefry bisa lebih tahan stres, daun keriting, dan bahkan bisa hasilin petikan sampai buah ke tiga.
Hasil akhir panen mengejutkan banyak orang — termasuk para petani senior di sebelah lahannya yang sudah bertani selama bertahun-tahun. Mas Jefry hasilin panen 3 ton lebih untuk lahan seluas 1/4 bouw, sebuah pencapaian yang beliau akui terjadi karena andil besar pendampingan yang tepat dan konsisten dari ATASI.